MENGENAL TARGET MARKET DALAM USAHA / BISNIS

Banyak pengusaha & khususnya UKM dalam menjalankan usaha tidak menentukan & mendefinisikan Target Market nya. Akibatnya usahanya “nggak jelas” pembelinya & asal promosinya.

Pembeli Itu Seperti Jodoh.

Sebelum Anda memutuskan ingin menjual produk apa, sebaiknya Anda menentukan dulu orang-orang seperti apa yang kelak akan menjadi pelanggan Anda. Sama seperti Anda saat ingin bertemu jodoh, siapapun bisa menjadi pasangan Anda, tapi Anda kan pasti punya kriteria siapa saja yang berhak menjadi pasangan Anda.

Bisnis pun begitu, walaupun produk online shop Anda bisa dibeli siapa saja, tapi tidak semua orang akan memilih membeli produk Anda. Itulah yang disebut dengan target market.

Contohnya:

Walaupun bisa, merek mobil Mercedes Benz tidak ikut-ikutan membuat mobil hemat seperti Ayla dan Agya, karena Mercedes Benz hanya memilih orang-orang dengan penghasilan tinggi dan memiliki uang banyak untuk bisa membeli produknya.

Contoh lain:

Pasta gigi Sensodyne membuat produknya hanya untuk mereka yang memiliki kasus gigi sensitif, padahal bisa saja Sensodyne membuat produk yang juga bisa ditujukan untuk gigi dewasa yang sehat atau bahkan untuk gigi anak. Tapi kenapa mereka melakukan itu? Tidak lain karena mereka hanya menargetkan market yang memiliki gigi sensitif saja.

Atau susu Anlene. Bisa saja sebenarnya dengan merek sebesar itu, mereka membuat produk untuk anak-anak dengan merek Anlene Kids Tapi ternyata tidak, karena brand Anlene ingin fokus dengan market dewasa dan lanjut usia.

Jadi jelas, agar promosi kita tepat dan tidak buang waktu, tenaga, biaya, sumber daya, kita harus tau sebenarnya Target Pasar produk / jasa kita itu siapa.

Sembari menentukan jenis usaha yang ingin / sedang Anda jalankan, coba pikirkan jenis pasar yang ingin Anda targetkan. Hal ini akan berpengaruh terhadap image yang Anda ciptakan dalam brand Anda. Jadi, coba pikirkan siapakah target pasar Anda? Berapa usia mereka? Apa yang mereka butuhkan? Apa yang mereka inginkan? Bagaimana mereka berperilaku? Seperti apa karakteristik mereka? Jenis pesan seperti apa yang kira-kira akan “nyantol” di mereka?

Cek target market Anda!

Tidak semua produk cocok dibeli oleh semua orang. Jadi Anda juga harus jeli melihat SIAPA sebenarnya JODOH produk/jasa yang Anda jual. Bisa jadi, produk Anda hanya cocok dibeli oleh remaja dan ABG. Atau, produk Anda hanya banyak dibeli oleh perempuan, khususnya yang muslim. Jadi jangan terlalu repot bersusah payah menawarkan ke suami/pacarnya. Fokus ke target market yang utama.

Oke, produk Anda eksklusif, dengan harga yang premium? Jangan menawarkannya ke sembarang orang / group. Apalagi stretegi menawarkan produknya ‘asal’ dan kurang elegan.

Tentukan Karakteristik Calon Pembeli.

Anda bisa memulai dengan yang sederhana. Seperti misalnya Jenis Kelamin (Pria atau Wanita), dan Rentang usia (15–20, 20–30, 25–35, 30–40). Karena jualannya online, Anda juga bisa fokus ke target market di kota-kota tertentu saja.

Ada juga hal-hal lain yang bisa dipertimbangkan untuk membuat target market menjadi lebih spesifik seperti demografi dan psikografi, tapi biar gak pusing, materi tersebut akan dipisah saja.

Fokus di jenis karakter calon pembeli tersebut.

Dengan menentukan target market, Anda akan lebih mudah menentukan mau jualan apa, mau berpromosi dengan gaya seperti apa, dan jika ingin menambahkan produk lainnya, bisa lebih terarah karena tau apa yang dibutuhkan oleh target market kita.

Misalnya target market yang ditentukan adalah : Ibu, usia 30–40, beragama islam, dengan pekerjaan ibu rumah tangga. Maka pilihan produknya bisa mulai dari hijab, gamis, daster, atau alat masak. Lalu jika ada yang chat menanyakan produk, Anda bisa langsung menyapa dengan “Mom”, “Bund”, atau “Mak” — karena sudah jelas target market Anda adalah ibu-ibu.

Gimana??
Sudah kebayang mau jualan ke siapa??

Sumber: https://t.me/PengusahaPemulaIndonesia

Gulir ke Atas